Sejarah Desa AJUEN

Asal Usul

Makna di Balik Nama

Gampong Ajuen telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda. Menurut legenda yang berkembang di masyarakat, nama “Ajuen” berasal dari kata “Ajudan”, yang dikaitkan dengan Ajudan Laksamana. Keberadaan Gampong Ajuen juga memiliki sejarah perjuangan masyarakat dalam menghadapi masa penjajahan, khususnya ketika tentara Jepang masuk ke Aceh. Dusun Ayahanda diambil dari nama panggilan salah seorang tokoh masyarakat. Dusun Laksamana menggunakan nama salah seorang pahlawan. Dusun Tengku Malem diambil dari nama tokoh pejuang. Dusun Tengku Panglima Raden diambil dari nama tokoh pejuang..

Sejarah

Linimasa Sejarah

Jejak langkah perkembangan Desa AJUEN dari masa ke masa.

Awal Berdirinya Gampong

Gampong Ajuen telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda. Asal-usul nama Ajuen berkembang melalui legenda masyarakat yang mengaitkannya dengan nama Ajudan Laksamana.

Zaman Penjajahan Belanda

Kechik Hasyim

Pada tahun 1940, Gampong Ajuen telah memiliki seorang kechik atau kepala Gampong yang bernama Kechik Hasyim. Pada masa tersebut, Indonesia masih berada dalam kekuasaan pemerintahan Belanda.

TAHUN 1940

Perlawanan terhadap Jepang

Ketika tentara Jepang mengalahkan Belanda dan masuk ke Aceh, Gampong Ajuen menjadi salah satu daerah yang melakukan perlawanan. Letaknya yang strategis di jalur Jalan Cut Nyak Dhien dimanfaatkan untuk menghadang pergerakan tentara Jepang.

Masa Masuknya Jepang

Makam Para Pahlawan

Sejarah perjuangan tersebut meninggalkan peninggalan berupa dua pemakaman para pahlawan, salah satunya adalah pemakaman Laksamana yang berada di Dusun Laksamana.

Warisan Sejarah

Pembagian Wilayah Dusun

Pada tahun 1984, Gampong Ajuen dibagi menjadi empat dusun. Nama-nama dusun tersebut diberikan untuk mengenang jasa tokoh-tokoh terdahulu.

TAHUN 1984h
Warisan Budaya
Budaya

Warisan Sejarah Gampong

Gampong Ajuen memiliki sejarah yang erat dengan perjuangan masyarakat pada masa penjajahan. Jejak sejarah tersebut tetap dikenang melalui nama-nama dusun dan peninggalan makam para pahlawan.

-

• Mengenang Jasa Tokoh

Nama-nama dusun menjadi bentuk penghormatan kepada tokoh masyarakat, pahlawan, dan pejuang terdahulu.

-

• Jejak Perjuangan

Perlawanan masyarakat Gampong Ajuen terhadap tentara Jepang menjadi bagian penting dari sejarah Gampong.

-

• Makam Para Pahlawan

Keberadaan makam para pahlawan menjadi salah satu peninggalan sejarah yang masih dikenang masyarakat.

-
Kepemimpinan

Kepemimpinan dari Masa ke Masa

Mengenang jasa para Keuchik yang telah memimpin dan membangun Gampong AJUEN.

-
No Nama Keuchik Periode Jabatan Catatan Penting
1 Hasyim 1940 – 1975 Pemimpin Gampong pada masa pemerintahan sebelum dan awal perjuangan kemerdekaan.
2 Muhammad Yusuf 1975 – 1983 Melanjutkan pemerintahan Gampong berdasarkan demokrasi dan dukungan masyarakat.
3 Tgk. Puteh 1983 – 1991 Memimpin pemerintahan Gampong berdasarkan keinginan dan dukungan masyarakat.
4 Muchtar Iskandar 1991 – 1999 Menjalankan pemerintahan Gampong dengan prinsip demokrasi dan dukungan penuh masyarakat.
4 Drs. H. Zainal Ahmad 1999 – 2007 Melanjutkan penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan demokrasi dan aspirasi masyarakat.
4 Mahdi Hasyim 2007 – 2018 Menjalankan pemerintahan berdasarkan keinginan serta dukungan penuh masyarakat.
4 Yuhelmi Muhammad Daud 2018 – 2019 Pj. Keuchik, menjalankan pemerintahan Gampong sebagai pejabat sementara.
4 Ferdiyansyah, ST 2019 – 2029 Memimpin pemerintahan Gampong berdasarkan prinsip demokrasi, keinginan, dan dukungan masyarakat.